Weeky Update 27 Mei – 31 Mei 2024

Market Update Image

Dipublikasikan pada tanggal 28-November-2023 oleh Investment Anargya

Pekan penutupan bulan Mei 2024 bursa saham Indonesia mengalami penurunan dalam ditengah melemahnya bursa saham regional dan global.

pada pekan antara tanggal 27 hingga 31 Mei 2024 Indeks Harga Saham Gabungan turun cukup dalam yaitu sebesar -3.48% atau turun -251.646 poin hingga tutup pada nilai 6,970.736. Indeks Papan Utama dan Indeks Papan Pengembangan menyumbang kinerja negatif dimana kedua papan tersebut secara berturut-turut memiliki kinerja sebesar -1.14% dan -2.06%, sementara Indeks Papan Akselerasi memiliki kinerja positif dengan pertumbuhan sebesar 0.33% dalam pekan ini 

Tiap Indeks saham Bursa Efek Infonesia maupun Indeks Saham Co-Branding mencatatkan kinerja negatif di pekan  menjelang akhir bulan Mei 2024 ini. Dengan penurunan terbesar terjadi pada indeks BISNIS-27 yang melemah -4.68% dan disusul oleh Indeks IDX BUMN 20 yang melemah sebesar -4.59%. Ditengah penurunan indeks saham dengan rata-rata perubahan sebesar -3.69% ini Indeks Pefindo 20 memiliki penurunan paling kecil dengan perubahan sebesar -2.19%. Untuk Pasar Modal Syariah, seluruh Indeks Saham Syariah juga mengalami penurunan, dimana Indeks Saham Syariah Indonesia berubah sebesar -0.84% sementara Jakarta Islamic Index melemah -3.01%.

Dari catatan transaksi saham, nasabah asing melakukani pembelian senilai  Rp. 50.57 triliun dan penjualan senilai Rp. 55.38 triliun sehingga terjadi aksi jual bersih dengan nilai transaksi sebesar Rp. 4.82 triliun. Dengan begitu didapati bahwa sejak awal tahun hingga tanggal 31 Mei 2024 ini Nasabah asing telah melakukan aksi jual bersih senilai Rp. 6.25 triliun.

Dari 11 Sektor saham, hanya satu yang tumbuh dalam pekan ini, yaitu Sektor Energi dengan nilai pertumbuhan sebesar 0.61%, sementara sektor lain mencatatkan kinerja negatif. Penurunan terbesar terjadi pada Sektor Infrastruktur degnan nilai penurunan yang sangat tajam, yaitu -7.07%, disusul oleh Sektor Perindustrian yang turun -4.56%, kemudian Sektor Kesehatan turun -4.12% dan Sektor Barang Konsumen Non-Primer turun -2.81%. Dari Indeks saham global yang ada dalam pantauan kami hanya Strait Times Indeks dari Singapura yang memiliki kinerja yang naik degnan pertumbuhan sebesar 0.60%, sementara indeks lain mengalami perlemahan dengan rekpaitulasi pelemahan hingga peringkat ke empat sebagai berikut: Hangseng (Hong Kong) turun -2.84% Kospi (Korea Selatan) turun -1.90%, KLCI (Malaysia) turun -1.40%, Nasdaq Composite (AS) turun -1.10%, dan Dax (Jerman) turun -1.05%

Di Pasar obligasi Indonesia, Indobex Composite turun -0.02% atau sebesar -0.07 poin dan tutup di nilai 380.330, Indobex Government turun -0.03% atau sebesar -0.10 poin dan tutup di nilai 371.912, Indobex Corporate naik 0.13% atau sebesar 0.57 poin dan tutup di nilai 434.519.

Berdasarkan data yang dipublikasikan DJPPR perubahan kepemilikan investor asing dari hari Kamis tanggal 23 Mei 2024 hingga hari kamis tanggal 30 Mei 2024 menunjukkan perubahan kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara RI yang meningkat sebesar Rp. 4.34 triliun yang terdiri dari peningkatan kepemilikan pada SUN (konvensional) sebesar Rp. 4.19 triliun serta penambahan kepemilikan pada SBSN (syariah) sebesar Rp. 150 miliar, dan dari data tersebut kami dapati bahwa sepanjang tahun 2024 hingga 30 Mei 2024 tercatat penurunan kepemilikan asing pada Surat berharga Negara Ri senilai Rp. 34.72 triliun.

Bank Indonesia mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI rate di 6.25% setelah diputuskan untuk dinaikkan pada bulan April lalu.

PT Anargya Aset Manajemen

PT Anargya Aset Manajemen adalah salah satu Pelaku Usaha Jasa Keuangan yang bergerak di bidang industri Pasar Modal, yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia.

Temukan Kami

ojk
ksei
reksadana
ink
Copyright © Anargya Aset Manajemen